Menurut laporan dari Reuters, Indonesia siap meningkatkan pengadaan pesawat dari Garuda Indonesia yang dimiliki negara dan gandum dari Indofood, perusahaan mi instan terkemuka, sebagai bagian dari negosiasi tarif yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan negosiator utama Indonesia, menyatakan bahwa pemerintah telah mengusulkan penerapan tarif mendekati nol untuk ekspor signifikan Amerika, terutama produk pertanian, yang saat ini dikenakan tarif antara 0% hingga 5%. Sebaliknya, Indonesia menghadapi tarif 32% untuk barang-barangnya di pasar AS. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk memasuki kesepakatan senilai USD 34 miliar dengan mitra AS dalam minggu mendatang, yang mencakup peningkatan pembelian barang-barang Amerika oleh Indonesia dan investasi tambahan oleh perusahaan Indonesia di Amerika Serikat. Susiwijono Moegiarso, seorang pejabat senior di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, mengindikasikan bahwa Indonesia telah mencari perlakuan tarif preferensial dari AS untuk ekspor utamanya, termasuk elektronik, tekstil, dan alas kaki.