S&P/ASX 200 mengalami penurunan hampir 1% menjadi sekitar 8.545 pada hari Rabu, mundur dari rekor tertinggi sesi sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kerugian signifikan pada saham emas. Sentimen investor terpengaruh negatif oleh petunjuk lemah dari Wall Street semalam, karena angka inflasi bulan Juni lebih tinggi dari yang diperkirakan, memicu kekhawatiran baru tentang suku bunga tinggi yang berkelanjutan dan potensi tarif impor baru. Dalam perkembangan perdagangan terbaru, mantan Presiden Trump mengurangi tarif pada produk Indonesia menjadi 19% sebagai imbalan atas komitmen pembelian yang signifikan, sambil memperingatkan tarif melebihi 10% pada negara-negara yang lebih kecil. Di dalam negeri, perhatian beralih ke laporan ketenagakerjaan hari Kamis, yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan 20.000 pekerjaan pada bulan Juni, dengan tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%. Proyeksi pasar menunjukkan kemungkinan 80% pemotongan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia pada bulan Agustus, dengan ekspektasi pelonggaran sebesar 75 basis poin pada awal 2026. Di sektor korporasi, saham pertambangan emas mengalami penurunan yang signifikan, turun hingga 2,7% untuk penurunan intraday terbesar sejak 9 Juli, dengan saham Newmont jatuh 4,8% dan Northern Star turun 2,4%. Tekanan tambahan juga terlihat di sektor kesehatan, saham perbankan utama, dan perusahaan pertambangan lainnya.