Futures tembaga turun di bawah $5,50 per pon pada hari Rabu, membalikkan kenaikan sesi sebelumnya karena momentum pengalihan pengiriman ke Amerika Serikat yang semakin berkurang, tepat saat penerapan tarif baru mendekat. Perlambatan permintaan untuk tembaga yang menuju AS ini telah mempengaruhi rantai pasokan tembaga global, terlihat dari penurunan tajam dalam permintaan penarikan inventaris dari gudang London Metal Exchange. Tren ini terjadi saat pasar bersiap untuk pengumuman Presiden Donald Trump tentang tarif 50% pada impor tembaga, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus. Tarif ini bertujuan untuk merangsang produksi domestik dan mengurangi ketergantungan pada tembaga olahan asing. Saat ini, Amerika Serikat memproduksi sedikit lebih dari setengah tembaga olahan yang dikonsumsinya setiap tahun, dengan Arizona menyumbang lebih dari dua pertiga dari produksi nasional. Pada tahun 2024, lebih dari 90% impor tembaga AS berasal dari Chile, Kanada, dan Peru.