Pada hari Kamis, harga minyak mentah WTI naik menuju $67 per barel, mematahkan tren penurunan selama tiga hari. Pemulihan ini didorong oleh laporan ekonomi positif dari negara-negara konsumen minyak utama dan indikasi berkurangnya ketegangan perdagangan. Di Amerika Serikat, data terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi, meskipun prospek keseluruhan tetap netral hingga sedikit berhati-hati karena tekanan harga dari tarif. Sementara itu, pertumbuhan kuartal kedua China melambat lebih sedikit dari yang diperkirakan, didorong oleh percepatan aktivitas sebelum tarif AS berlaku. Memperkuat perspektif permintaan, EIA melaporkan penurunan 3,9 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS, meskipun ini diimbangi oleh peningkatan persediaan bensin dan diesel yang lebih besar dari perkiraan. Selain itu, pemrosesan minyak mentah China melonjak 8,5% dari tahun ke tahun pada bulan Juni. Meredanya ketegangan perdagangan AS-China lebih lanjut mendukung pasar, ditandai dengan dicabutnya larangan chip AI dan kesepakatan perdagangan dengan Indonesia. Presiden Trump juga menyatakan optimisme mengenai kesepakatan perdagangan prospektif dengan India dan Eropa. Namun demikian, risiko yang terkait dengan tarif terus menimbulkan tantangan terhadap permintaan.