Won Korea Selatan melemah hingga sekitar 1.390 terhadap dolar AS pada hari Kamis, menandai titik terendahnya dalam hampir dua bulan. Penurunan ini disebabkan oleh penguatan dolar AS, yang didorong oleh kenaikan imbal hasil pada sekuritas Treasury AS. Selain itu, ketidakpastian tetap ada terkait independensi Federal Reserve setelah laporan yang menyebutkan bahwa Presiden Trump mempertimbangkan untuk memberhentikan Ketua Fed Jerome Powell. Meskipun Trump kemudian meremehkan spekulasi ini, insiden tersebut menyoroti sensitivitas investor terhadap kredibilitas bank sentral.
Dalam hal perdagangan internasional, Presiden Trump bermaksud mengirim pemberitahuan tarif seragam ke lebih dari 150 negara kecil, menetapkan tarif standar. Sementara itu, ekonomi global utama seperti Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan telah menerima pemberitahuan terpisah. Korea Selatan saat ini sedang merundingkan kesepakatan kerangka kerja dengan Amerika Serikat, dengan tujuan menyelesaikannya pada 1 Agustus. Kesepakatan ini bertujuan untuk mencegah potensi tarif AS pada ekspor penting Korea Selatan, termasuk mobil, baja, dan mesin industri. Menteri Perdagangan Yeo Han-koo mencatat bahwa diskusi telah mencapai "kemajuan yang signifikan," terutama di sektor seperti kerja sama industri dan kemungkinan pengecualian tarif.