Futures gas alam Eropa mengalami penurunan lebih dari 5%, jatuh ke bawah €34 per megawatt-jam minggu ini. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan pasokan dari Norwegia, ekspektasi peningkatan pembangkit listrik tenaga angin di Jerman, dan penurunan permintaan di Asia. Ekspor Norwegia pulih menjadi 317 juta meter kubik per hari setelah penyelesaian gangguan signifikan di Nyhamna dan Kollsnes, sehingga meningkatkan ketersediaan pasokan. Di Jerman, peningkatan output tenaga angin yang diantisipasi minggu depan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada gas untuk pembangkit listrik. Sebelumnya, gelombang panas di Asia Timur Laut telah memicu lonjakan permintaan LNG, sementara mengalihkan pengiriman dari Eropa. Namun, indikasi cuaca yang lebih sejuk dan impor yang lebih stabil, terutama di Jepang, Korea Selatan, dan China, mulai mengurangi tekanan pada pasar gas global. Selain itu, peraturan penyimpanan gas musim dingin Uni Eropa yang lebih fleksibel, yang memungkinkan negara-negara mencapai target penyimpanan 90% pada bulan Desember, telah berkontribusi dalam mengurangi persaingan dengan Asia.