Bank sentral Singapura telah memutuskan untuk mengalokasikan SGD 1,1 miliar kepada tiga manajer aset utama—Avanda Investment Management, JP Morgan Asset Management, dan Fullerton Fund Management. Alokasi ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Pasar Ekuitas (EQDP) senilai SGD 5 miliar, yang dirancang untuk memperkuat pasar saham negara tersebut. Keputusan ini mengikuti tinjauan komprehensif yang dilakukan oleh Monetary Authority of Singapore (MAS), bersama dengan investigasi pasar yang dimulai pada Agustus 2023, yang bertujuan untuk meningkatkan struktur dan fungsi pasar. Menurut MAS, manajer yang dipilih didasarkan pada bagaimana strategi mereka selaras dengan tujuan EQDP dan dedikasi mereka untuk memajukan kemampuan manajemen aset Singapura. Perlu dicatat bahwa Fullerton adalah anak perusahaan dari investor negara, Temasek. Investasi bersama tambahan di bawah EQDP diharapkan akan diumumkan akhir tahun ini. MAS juga mengungkapkan bahwa lebih dari 100 manajer aset—dari pemain global, regional, hingga lokal—telah menunjukkan minat untuk berpartisipasi, dan berencana untuk mengevaluasi aplikasi dalam kelompok untuk mempercepat baik pemilihan manajer maupun penyaluran modal.