Indeks dolar AS mendapatkan momentum, mendekati angka 99 pada hari Senin. Ini terjadi setelah penurunan lebih dari 1% pada sesi sebelumnya ketika para pedagang menyesuaikan kembali ekspektasi mereka terkait kebijakan moneter Federal Reserve. Laporan pekerjaan yang lemah yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan kenaikan nonfarm payrolls hanya sebesar 73.000 pada bulan Juli, jauh di bawah perkiraan, dengan revisi lebih lanjut menurunkan bulan-bulan sebelumnya sebesar 258.000. Data ini menyoroti perlambatan yang lebih nyata di pasar tenaga kerja. Akibatnya, pelaku pasar kini hampir sepenuhnya mengantisipasi pemotongan suku bunga oleh The Fed pada bulan September, dengan memperhitungkan lebih dari 63 basis poin pengurangan hingga akhir tahun. Memperburuk situasi, Presiden Donald Trump memberhentikan Komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja Erika McEntarfer pada hari Jumat, menuduh pemalsuan statistik ketenagakerjaan. Investor juga mempertimbangkan dampak dari tarif balasan Trump yang luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Sementara itu, dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, terutama mencatatkan kenaikan signifikan terhadap dolar Australia dan yen.