Imbal hasil obligasi pemerintah Australia bertenor 10 tahun telah naik menjadi sekitar 4,25%, pulih setelah sempat turun ke level terendah dalam empat minggu. Pergerakan ini disebabkan oleh kenaikan inflasi yang signifikan, yang telah menyebabkan penilaian ulang terhadap prospek kebijakan moneter. TD-MI Inflation Gauge mengungkapkan peningkatan tajam sebesar 0,9% pada bulan Juli, menandai kenaikan bulanan tertinggi sejak Desember 2023. Lonjakan ini menyoroti kekhawatiran berkelanjutan dari Reserve Bank of Australia tentang gangguan rantai pasokan dan permintaan konsumen yang tinggi.
Sementara RBA mengantisipasi penurunan bertahap dalam inflasi inti, diproyeksikan akan tetap berada di bagian atas dari kisaran target 2–3% hingga akhir 2025. Secara bersamaan, inflasi headline diperkirakan akan mendekati bagian atas kisaran ini pada akhir tahun dan bertahan pada tingkat yang tinggi hingga 2026, seiring dengan penarikan bertahap subsidi energi rumah tangga. Gubernur Michele Bullock juga memperingatkan tentang ancaman eksternal, seperti prospek ekonomi global yang rapuh, yang dapat menyebabkan inflasi impor dan mempengaruhi ekonomi Australia yang bergantung pada perdagangan. Di sisi yang lebih cerah, untuk menstabilkan kekhawatiran perdagangan, Amerika Serikat telah mempertahankan tarif dasar 10% pada barang-barang Australia.