Indeks S&P/NZX 50 di Selandia Baru mengalami penurunan sebesar 0,4% menjadi 12.684 pada hari Senin, menandai penurunan keempat berturut-turut, sehingga mencapai titik terendah dalam hampir empat minggu. Penurunan ini bertepatan dengan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap tarif baru dari AS. Amerika Serikat berencana untuk menaikkan tarif pada produk Selandia Baru dari 10% menjadi 15%, efektif mulai 7 Agustus, yang menimbulkan kekhawatiran akan dampak ekonomi dan menempatkan Selandia Baru pada posisi yang kurang menguntungkan dalam pasar ekspor utama. Meskipun demikian, para ekonom memprediksi bahwa dampaknya akan dapat dikelola karena harga komoditas yang kuat. Menanggapi pengumuman minggu lalu, pejabat Selandia Baru dilaporkan sedang melakukan perjalanan ke Washington. Selain itu, kehati-hatian investor juga meningkat oleh angka pengangguran Q2 Selandia Baru, bersama dengan laporan perdagangan dan CPI dari China, mitra dagang utama, yang diharapkan akan dirilis akhir minggu ini. Secara sektoral, penurunan dipimpin oleh Gentrack Group (-3,2%), Sanford (-2,9%), dan Fletcher Building (-2,7%). Sektor layanan konsumen dan distribusi juga mengalami kemunduran, dengan Vulcan Steel turun 2%, dan SkyCity turun 1%.