Pada hari Senin, harga berjangka tembaga berada di sekitar $4,40 per pon, tetap mendekati level terendah sejak awal April. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran tentang pengurangan persediaan berlebih di AS, yang dapat menekan permintaan jangka pendek. Sebelumnya, para pedagang telah mempercepat pengiriman ke AS, mengantisipasi tarif yang akan datang, sehingga sementara waktu meningkatkan premi domestik. Selain itu, sentimen pasar dipengaruhi oleh indikasi melemahnya permintaan global; terutama, premi tembaga Yangshan di China telah turun 50% sejak mencapai puncaknya pada bulan Mei. Minggu lalu, harga tembaga anjlok lebih dari 30% setelah pengumuman oleh Presiden Donald Trump bahwa tarif baru AS hanya akan menargetkan produk setengah jadi, seperti kawat dan pipa, sementara impor utama seperti bijih, katoda, dan konsentrat, yang merupakan mayoritas impor tembaga, akan tetap bebas dari tarif.