Rupee India telah stabil di sekitar 87,3 terhadap dolar, mempertahankan kedekatan dengan puncak dua minggu saat sedikit pulih dari posisi terendah mendekati rekor. Pergeseran ini terjadi setelah Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan pemotongan pajak yang signifikan, termasuk usulan struktur tarif ganda sebesar 5% dan 18%. Langkah-langkah ini bertujuan untuk merangsang konsumsi dan menarik investasi asing, mengatasi kekhawatiran yang diperburuk oleh kebijakan tarif AS. Selain itu, sentimen pasar didorong oleh harapan baru, meskipun masih tentatif, akan kemajuan dalam dialog Rusia-Ukraina setelah Presiden AS Trump mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Putin. Namun, bagi India, lanskap geopolitik tetap menjadi faktor penting yang berpotensi membatasi keuntungan rupee. AS masih berencana untuk memberlakukan tarif lebih lanjut sebesar 25% pada impor India yang terkait dengan perdagangan minyaknya dengan Rusia, yang dijadwalkan pada 27 Agustus, dan juga telah membatalkan kunjungan delegasi perdagangan yang dijadwalkan ke New Delhi. Secara bersamaan, Reserve Bank of India telah meningkatkan upayanya menuju de-dolarisasi dengan menerapkan regulasi untuk mempercepat transaksi rupee-rouble melalui akun vostro, sehingga meningkatkan perdagangan bilateral dengan Rusia.