Pada Juli 2025, tingkat pengangguran pemuda di Tiongkok untuk individu berusia 16 hingga 24 tahun, tidak termasuk mereka yang sedang kuliah, meningkat signifikan menjadi 17,8% dari 14,5% pada Juni. Angka ini merupakan tingkat pengangguran pemuda tertinggi sejak Agustus 2024, seperti yang dilaporkan oleh Biro Statistik Nasional pada hari Kamis. Peningkatan ini menyoroti tantangan yang terus dihadapi oleh lulusan baru dan pekerja muda, karena sektor-sektor seperti teknologi, real estat, dan pendidikan terus mengalami permintaan yang lesu. Analis menunjukkan bahwa penurunan pasar properti yang terus-menerus, ditambah dengan investasi swasta yang lemah, menghambat proses perekrutan. Selain itu, usaha kecil dan menengah (UKM)—yang merupakan pemberi kerja utama bagi individu muda—menghadapi kondisi pembiayaan yang lebih ketat. Sebagai tanggapan, pembuat kebijakan berkomitmen untuk memberikan lebih banyak dukungan melalui inisiatif seperti pelatihan kejuruan dan insentif yang bertujuan mendorong perusahaan untuk mempekerjakan kaum muda. Selain itu, data sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengangguran keseluruhan yang disurvei di negara tersebut telah meningkat ke level tertinggi dalam empat bulan sebesar 5,2% pada Juli, sedikit melampaui perkiraan pasar sebesar 5,1%.