India telah memperpanjang pengecualian bea impor kapas hingga 31 Desember, sebuah langkah yang dirancang untuk mengurangi tekanan pada industri garmen domestik, yang menghadapi tantangan akibat tarif 50% pada ekspor ke AS. Awalnya diumumkan pada 18 Agustus dengan tanggal kedaluwarsa 30 September, perpanjangan ini dimaksudkan untuk "meningkatkan ketersediaan kapas bagi sektor tekstil India," menurut rilis dari Press India Bureau. Meskipun India menempati peringkat ketiga sebagai pengekspor kapas mentah terbesar di dunia, setelah Brasil dan AS, dan mencatat nilai ekspor sebesar USD 6,78 miliar pada FY24, produsen tekstilnya masih bergantung pada impor beberapa jenis kapas yang tidak banyak tersedia di dalam negeri. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya input dan meningkatkan produksi selama periode yang ditandai oleh tantangan perdagangan global.