Indeks S&P/ASX 200 mengalami penurunan sebesar 0,7%, mengakhiri sesi perdagangan Rabu di angka 8.819. Penurunan ini, yang mengimbangi kemajuan sesi sebelumnya, terutama disebabkan oleh kinerja buruk sektor perbankan dan pertambangan. Sentimen investor menjadi berhati-hati menjelang data ketenagakerjaan yang akan datang yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA). Indikator ekonomi domestik terbaru, yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi tercepat yang diamati dalam hampir dua tahun, menunjukkan kemungkinan hanya 20% untuk pemotongan suku bunga RBA bulan ini. Perhatian kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan hari Kamis, di mana data kuat terbaru telah mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga pada bulan September, sementara tetap mempertahankan kemungkinan 70% pelonggaran pada bulan November. Di panggung global, pasar dengan cermat memantau keputusan kebijakan Federal Reserve yang diharapkan akan diumumkan hari ini, dengan pemotongan 25 basis poin yang sudah diantisipasi secara luas—menandai yang pertama di tahun 2025—sudah diperhitungkan oleh pelaku pasar. Selain itu, dot plot yang diperbarui akan diperiksa untuk mendapatkan wawasan tentang kemungkinan penyesuaian suku bunga di masa depan. Sementara itu, di Sydney, saham keuangan yang sensitif terhadap suku bunga turun sebesar 0,7%, dengan pemain utama seperti NAB dan Westpac mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,1% dan 0,7%. Perusahaan pertambangan utama juga melaporkan penurunan mendekati 1% di tengah harga komoditas yang jatuh, terutama dengan BHP turun 1,1% setelah pengumumannya untuk menghentikan operasi dan memberhentikan 750 karyawan di tambang batu bara kokas di Queensland.