Futures kedelai telah turun menjadi sekitar $10 per gantang, menandai titik terendah sejak awal Oktober. Penurunan ini disebabkan oleh aksi ambil untung oleh investor yang optimis, penjualan teknis yang aktif, dan kekhawatiran yang meningkat mengenai hubungan dagang AS-Cina. Presiden Donald Trump telah meramalkan bahwa Cina akan melanjutkan pembelian kedelai AS setelah pertemuannya yang akan datang dengan Presiden Xi Jinping. Namun, perluasan kontrol ekspor logam tanah jarang oleh Cina baru-baru ini telah meningkatkan skeptisisme tentang kemungkinan penyelesaian sengketa dagang tersebut. Selain itu, aktivitas pasar telah lesu karena penundaan laporan bulanan pasokan dan permintaan dari Departemen Pertanian AS, akibat penutupan pemerintah federal. Sementara itu, rincian tentang paket bantuan senilai $10–15 miliar yang diusulkan untuk petani, seperti yang dijanjikan oleh Presiden Trump, masih belum diungkapkan dan diharapkan baru akan diberikan setelah pemerintah dibuka kembali. Dalam berita terkait, Kementerian Pertanian Cina telah mempertahankan perkiraan impor kedelai untuk periode 2025/26 pada 95,8 juta ton, sesuai dengan laporan bulan Oktober mereka.