Pada bulan November, harga futures bensin AS tetap stabil di level $1,90 per galon, mempertahankan pemulihan dari level terendah empat tahun sebesar $1,80 yang terlihat pada pertengahan Oktober. Stabilitas ini terjadi ketika pasar mengevaluasi kembali sejauh mana kelebihan pasokan bahan bakar olahan. Menurut data dari Energy Information Administration (EIA), persediaan bensin AS telah menurun lebih dari yang diperkirakan untuk minggu kelima berturut-turut. Selain itu, penyuling minyak China telah mengurangi impor minyak mentah mereka dari Rusia, menyusul sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil. Demikian pula, kilang India dilaporkan menghindari memperbarui kontrak untuk pengiriman minyak Urals. Selain itu, anggota OPEC+ telah mengisyaratkan bahwa mereka berencana untuk mempertahankan tingkat produksi hingga kuartal pertama tahun 2025 setelah peningkatan yang diperkirakan bulan depan. Perkembangan ini bertentangan dengan bukti yang menunjukkan bahwa pasar komoditas minyak bumi akan terus mengalami kelebihan pasokan tahun depan. Pandangan ini didorong oleh peningkatan produksi yang diantisipasi dari OPEC, meningkatnya tingkat produksi di AS, Kanada, dan Brasil, serta ekspor maritim yang kuat, yang mendorong volume minyak laut minggu lalu ke rekor tertinggi.