Indeks Saham Bursa Efek Filipina turun 1% menjadi 5.776 pada hari Jumat, tetap mendekati titik terendahnya dalam lebih dari tiga tahun. Penurunan ini mencerminkan sentimen pasar negatif yang terus berlanjut akibat perlambatan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan skandal korupsi yang sedang berlangsung. PDB negara tersebut tumbuh sebesar 4,4% secara tahunan pada kuartal ketiga 2025, melambat dari peningkatan 5,5% yang diamati pada kuartal sebelumnya. Ini merupakan tingkat pertumbuhan paling lambat sejak awal 2021, sebagian besar disebabkan oleh penurunan belanja publik yang terkait dengan penyelidikan korupsi terkait infrastruktur dan gangguan dari badai berturut-turut. Penyelidikan mengungkap dugaan konspirasi yang melibatkan anggota parlemen, pejabat pekerjaan umum, dan kontraktor untuk menyalahgunakan dana infrastruktur, yang mengakibatkan proyek-proyek yang tidak memenuhi standar atau tidak lengkap. Secara bersamaan, data ekonomi yang mengecewakan telah memperkuat argumen bank sentral untuk pengurangan suku bunga lebih lanjut guna merangsang ekonomi. Penurunan signifikan tercatat pada perusahaan seperti SM Investments (turun 1%), Manila Electric (turun 2%), dan Globe Telecom (turun 3,2%). Secara khusus, Maynilad Water Services, yang baru-baru ini melaksanakan penawaran umum perdana terbesar kedua dalam sejarah Indeks Saham Bursa Efek Filipina, tetap stabil pada hari pertama perdagangannya.