Bank sentral Indonesia akan merilis instrumen utang jangka pendek baru, "BI Floating Rate Notes" (BI FRN), pada 17 November, yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan fungsi pasar uang nasional. Menurut Fitra Jusdiman, seorang pejabat dari Bank Indonesia, surat utang ini berdenominasi rupiah dan memiliki suku bunga variabel, dengan jangka waktu maksimum 12 bulan, seperti yang dilaporkan oleh Reuters. "BI FRN dirancang sebagai alat yang ramah pasar untuk operasi moneter dan untuk memperkuat kedalaman pasar uang," jelas Jusdiman, menyoroti bahwa penerbitan perdana diharapkan memiliki jangka waktu jatuh tempo 12 bulan. Dia juga menyebutkan bahwa bunga dari surat utang ini akan dibayarkan saat jatuh tempo, dan dapat digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman jangka pendek.