Cadangan devisa Singapura mengalami penurunan pada bulan Oktober 2025, seperti yang dilaporkan oleh Monetary Authority of Singapore. Terhitung hingga akhir bulan tersebut, cadangan devisa negara tersebut mencapai USD 392,2 miliar, menurun dari posisi sebelumnya di USD 393,1 miliar pada bulan September 2025. Data terbaru ini diperbarui pada tanggal 7 November 2025.
Perbandingan bulan ke bulan menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan dalam cadangan devisa. Penurunan ini bisa jadi mencerminkan beberapa faktor ekonomi maupun kebijakan moneter yang diambil oleh Singapura dalam menghadapi dinamika pasar global.
Kondisi ini tentunya menjadi perhatian para ekonom dan pemangku kebijakan, mengingat cadangan devisa adalah salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan ekonomi suatu negara serta kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Para analis mungkin akan terus memantau perkembangan selanjutnya untuk mengukur dampak kebijakan moneter yang lebih luas dan bagaimana hal ini bisa mempengaruhi perekonomian Singapura di masa depan.