Bank sentral Indonesia memproyeksikan bahwa ekonomi negara akan mengalami pertumbuhan sebesar 5,33% pada tahun 2026. Gubernur Perry Warjiyo menyatakan pada hari Rabu bahwa pertumbuhan ini berpotensi mencapai target pemerintah sebesar 5,4% jika pengeluaran fiskal dipercepat. Perkiraan inflasi tahunan untuk tahun 2026 dipatok pada 2,62%, dengan rupiah diprediksi rata-rata 16.430 per dolar AS untuk tahun tersebut. Warjiyo menyampaikan wawasan ini selama sesi parlemen yang membahas anggaran bank sentral untuk tahun 2026, seperti dilaporkan oleh Reuters. Selain itu, Bank Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan kredit antara 8% hingga 12% untuk tahun berikutnya, sedikit meningkat dari target tahun ini sebesar 8% hingga 11%. Dalam konteks yang lebih luas, Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada akhir masa jabatannya yang berlangsung lima tahun hingga 2029. Menurut data dari BPS–Statistics Indonesia, PDB mengalami pertumbuhan sebesar 5,01% dalam tiga kuartal awal tahun 2025, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. Pemerintah tetap konsisten dengan target pertumbuhan PDB sebesar 5,2% untuk keseluruhan tahun 2025.