TOKYO, 16 November 2025 – Perekonomian Jepang menghadapi tantangan baru setelah laporan terbaru menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) negara ini mengalami kontraksi sebesar 0,4% pada kuartal ketiga 2025. Penurunan ini mengejutkan para ekonom dan pelaku pasar, terutama karena pada kuartal sebelumnya, yakni kuartal kedua 2025, Jepang berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,6%.
Data yang dirilis pada 16 November 2025 ini memperlihatkan bahwa momentum pertumbuhan yang sempat terjaga pada pertengahan tahun kini berbalik arah. Para analis mengamati bahwa fluktuasi ini menjadi indikasi bahwa sektor ekonomi Jepang sedang menghadapi tantangan akibat tekanan global dan perubahan dinamis dalam permintaan ekspor serta penurunan konsumsi domestik.
Dengan berkurangnya aktivitas ekonomi pada periode Juli hingga September 2025, pemerintah Jepang kemungkinan akan menghadapi tekanan untuk menerapkan kebijakan stimulus tambahan guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, mengingat perubahan ini, pelaku usaha dan investor di seluruh dunia akan terus memantau perkembangan di salah satu ekonomi terbesar dunia ini dengan cermat.