Pada kuartal ketiga tahun 2025, Jepang menghadapi tantangan ekonomi baru dengan penurunan permintaan eksternal GDP yang mencapai -0,2%. Hal ini menandai perubahan negatif dari kuartal kedua 2025, ketika indikator yang sama tercatat berhenti pada level 0,2%. Data ini diperbarui pada 16 November 2025, mencerminkan perbandingan Quarter-over-Quarter di mana perubahan diukur antara pertumbuhan pada kuartal saat ini dengan kuartal sebelumnya.
Penurunan ini dapat dianggap sebagai peringatan bagi ekonomi Jepang, terutama mengingat pentingnya pasar ekspor bagi negara tersebut. Dengan pergeseran dari pertumbuhan positif menjadi negatif dalam satu kuartal, pelaku ekonomi dan pemerintah kemungkinan akan mengevaluasi kembali kebijakan dan strategi perdagangan mereka.
Seiring dengan volatilitas global dan dinamika perdagangan yang berubah, tantangan ini memerlukan tanggapan yang tepat agar Jepang dapat mempertahankan daya saingnya di pasar dunia dan memulihkan pertumbuhan GDP eksternalnya untuk kuartal berikutnya.