Harga emas naik menjadi sekitar $4,080 per ons pada hari Senin, setelah mengalami penurunan selama dua hari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi saat para investor bersiap untuk rilis data ekonomi AS yang tertunda dan dijadwalkan minggu ini. Yang menjadi perhatian khusus adalah laporan non-farm payrolls bulan September, yang diharapkan keluar pada hari Kamis. Laporan ini akan memberikan wawasan penting tentang pasar tenaga kerja AS dan mempengaruhi proyeksi keputusan suku bunga Federal Reserve. Setelah pernyataan hawkish dari pejabat Fed minggu lalu, ekspektasi untuk pemotongan suku bunga pada bulan Desember telah menurun, dengan prediksi pasar sekarang berada pada kemungkinan 46%, turun dari 50% minggu sebelumnya. Sepanjang tahun ini, emas telah mengalami kenaikan sebesar 55%, menempatkannya pada posisi untuk keuntungan tahunan paling substansial sejak 1979. Pertumbuhan ini didorong oleh pembelian kuat dari bank sentral dan permintaan yang terus berlanjut dari investor yang mencari keamanan terhadap ketidakpastian fiskal dan geopolitik yang meningkat.