Pada bulan September 2025, Thailand mengalami defisit neraca berjalan sebesar USD 1,78 miliar, yang merupakan kontras tajam dibandingkan dengan surplus USD 0,91 miliar yang dilaporkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Perubahan ini terutama disebabkan oleh pembalikan dalam neraca perdagangan. Negara ini beralih dari surplus USD 1,83 miliar menjadi defisit USD 1,03 miliar, karena impor meningkat secara signifikan sebesar 17,4% dibandingkan dengan ekspor, yang tumbuh pada tingkat yang lebih moderat sebesar 5,2%. Selain itu, akun finansial mencatat defisit keseluruhan sebesar USD 0,48 miliar, sebagian besar disebabkan oleh arus keluar modal dari bank sentral. Sementara itu, defisit dalam jasa, pendapatan primer, dan pendapatan sekunder menurun secara signifikan menjadi USD 0,75 miliar dari USD 0,92 miliar yang tercatat pada Oktober 2024.