Pada Oktober 2025, Afrika Selatan mengalami penurunan surplus perdagangan menjadi ZAR 15,6 miliar dari angka yang telah disesuaikan sebelumnya sebesar ZAR 22,3 miliar pada bulan September. Perubahan ini dipengaruhi oleh kenaikan impor yang signifikan sebesar 7,2%, mencapai ZAR 176,6 miliar. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh peningkatan akuisisi produk mineral, seperti minyak mentah, logam mulia dan batu permata, termasuk emas dan berlian, komponen peralatan asli, logam dasar, dan peralatan transportasi kendaraan. Impor dari Afrika dan Asia meningkat secara signifikan masing-masing sebesar 20% dan 12,4%, sedangkan terjadi penurunan impor dari Eropa sebesar 3,5% dan dari Amerika sebesar 1,2%.
Sebaliknya, ekspor tumbuh dengan laju yang lebih moderat sebesar 2,8%, dengan total ZAR 192,2 miliar. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh pengiriman logam mulia dan batu permata yang lebih tinggi (termasuk emas dan berlian) serta logam dasar. Namun, terjadi penurunan tajam dalam ekspor produk nabati, merosot sebesar 35%. Sementara ekspor ke Afrika meningkat sebesar 8,3%, terjadi penurunan di wilayah lain: Amerika turun sebesar 7,9%, Asia sebesar 2,6%, Eropa sebesar 4,1%, dan Oseania sebesar 10,2%.