Pada perdagangan Kamis pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mengalami sedikit kenaikan, naik 11 poin atau 0,1% menjadi 8.625. Ini mengikuti sesi yang relatif tenang pada hari sebelumnya. Pergerakan naik ini didorong oleh perubahan positif dalam futures AS menjelang rilis indeks PCE pada hari Jumat dan pertemuan kebijakan Federal Reserve yang penting minggu depan. Dalam pertemuan ini, diperkirakan akan ada pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sektor barang tahan lama konsumen, manufaktur produsen, dan jasa industri berada di garis depan kenaikan. Momentum ini sebagian didorong oleh angka PMI bulan November, yang menunjukkan peningkatan aktivitas pabrik di Indonesia, didorong oleh permintaan akhir tahun yang kuat dan dukungan keuangan pemerintah yang berkelanjutan. Namun demikian, kenaikan keseluruhan dibatasi oleh rasa hati-hati karena investor menunggu rilis cadangan devisa bulan November. Angka bulan Oktober menunjukkan sedikit peningkatan dari posisi terendah 14 bulan, karena bank sentral terus berupaya menstabilkan rupiah. Sementara itu, di China—salah satu mitra dagang utama Indonesia—data PMI bulan November yang lemah menunjukkan kemungkinan kecil adanya stimulus ekonomi baru. Pemain utama di pasar termasuk Impack Pratama Ind. dengan kenaikan 4,4%, United Tractors naik 3,3%, Maha Properti meningkat 2,2%, dan Merdeka Battery Materials naik 1,9%.