Hasil imbal balik obligasi pemerintah Australia telah menurun menjadi 4,71%, mundur dari puncak yang belum terlihat dalam lebih dari dua tahun. Perubahan ini terjadi ketika investor mengevaluasi kembali arah kebijakan moneter sehubungan dengan laporan ketenagakerjaan yang beragam. Pada bulan November, angka ketenagakerjaan turun sebanyak 23.100, berlawanan dengan kenaikan 41.000 pada bulan Oktober, dan tidak mencapai peningkatan yang diperkirakan sebesar 20.000. Hal ini menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja, yang mungkin mengurangi kebutuhan bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk menerapkan langkah-langkah pengetatan kebijakan. Meskipun demikian, tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%, sedikit lebih baik dari prediksi 4,4%. Saat ini, pasar memperkirakan hanya ada kemungkinan 23% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Februari, dengan kemungkinan kenaikan pada bulan Mei telah menurun dari hampir 100% menjadi sekitar 70%. Statistik pasar tenaga kerja ini dirilis setelah RBA mempertahankan suku bunga kasnya di 3,6% pada hari Selasa, menandakan tidak ada pemotongan suku bunga segera, namun tetap membuka kemungkinan kenaikan di masa depan seiring tekanan inflasi mulai muncul kembali.