Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun turun menjadi sekitar 1,92% pada hari Kamis, mereda dari level tertingginya dalam 18 tahun. Pergerakan ini bertepatan dengan penurunan imbal hasil Treasury AS setelah Federal Reserve melakukan pemotongan suku bunga ketiga tahun ini, mengadopsi sikap yang kurang agresif dari yang diantisipasi pasar. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke pertemuan kebijakan Bank of Japan yang akan datang, di mana kenaikan suku bunga diharapkan, terutama setelah Gubernur Kazuo Ueda mengindikasikan bahwa bank sentral mendekati target inflasinya. Pernyataan Ueda setelah pertemuan tersebut akan dipantau dengan cermat untuk mendapatkan wawasan tentang arah kebijakan moneter hingga tahun 2026. Dalam perkembangan terkait, lelang obligasi pemerintah Jepang bertenor 20 tahun baru-baru ini mengalami permintaan terkuat sejak tahun 2020, yang dibuktikan dengan rasio bid-to-cover sebesar 4,1, dibandingkan dengan 3,28 pada lelang sebelumnya, karena imbal hasil yang tinggi menarik minat investor.