Rand Afrika Selatan diperdagangkan sekitar 16,6 per USD, menandai level terkuatnya sejak Agustus 2022 dan menempatkannya untuk apresiasi tahunan paling signifikan sejak 2009. Mata uang ini telah menguat lebih dari 11% terhadap dolar AS tahun ini, didorong oleh reli kuat di pasar logam mulia dan kondisi ekonomi domestik yang meningkat. Indikator pemulihan domestik, prospek inflasi yang membaik, dan kinerja fiskal yang lebih kuat telah menjadi faktor penting. Selain itu, keberhasilan pemerintah dalam mengelola inflasi melalui kebijakan moneter yang efektif dan stabilitas politik negara di bawah pemerintahan baru telah menjadi faktor kunci. Peningkatan pasokan listrik dan peningkatan investasi dalam infrastruktur penting juga berkontribusi pada penguatan ini. Lebih lanjut, iklim global yang lebih kondusif, yang ditandai dengan pemotongan suku bunga 25 basis poin baru-baru ini oleh Federal Reserve AS, telah menyebabkan dolar melemah, mengurangi tekanan pada mata uang pasar berkembang seperti rand.