Jakarta, 2 Januari 2026 – Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Global S&P Indonesia menunjukkan penurunan signifikan di bulan Desember. Menurut data terbaru yang dirilis, PMI Manufaktur Indonesia turun ke angka 51.2 dibandingkan dengan 53.3 pada bulan sebelumnya, November 2025.
PMI Manufaktur adalah indikator penting yang mencerminkan kesehatan sektor manufaktur suatu negara. Indeks di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara di bawah 50 mengindikasikan kontraksi. Meski masih berada di zona ekspansi, penurunan ini mengindikasikan melambatnya aktivitas manufaktur di Indonesia pada akhir tahun 2025.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan ini belum dipublikasikan secara resmi, namun biasanya kondisi seperti fluktuasi permintaan global, tekanan biaya produksi, dan perubahan kebijakan ekonomi dapat mempengaruhi dinamika di sektor ini. Pemantauan lebih lanjut dan analisis sektor manufaktur akan menjadi penting untuk memahami tren jangka panjang dan respons kebijakan yang diperlukan.