Pada kuartal keempat tahun 2025, ekonomi Singapura mengalami pelambatan, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) yang turun menjadi 7,8%. Angka ini menunjukkan penurunan dari 9,8% yang tercatat pada kuartal ketiga tahun yang sama. Data ini diperbarui terakhir kali pada 2 Januari 2026.
Penurunan tersebut mencerminkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Meskipun tetap kuat, penurunan tersebut menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi oleh negara kota ini. Perubahan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor global dan domestik yang mempengaruhi perekonomian Singapura.
Pengamatan ini sangat penting bagi pelaku ekonomi dan pengambil kebijakan, karena mereka perlu memastikan langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan pertumbuhan di masa depan. Dengan kondisi ekonomi global yang terus berubah, Singapura perlu bertindak dinamis untuk mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Para ahli ekonomi diharapkan dapat menganalisis lebih jauh faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan ini dan mencari solusi yang efektif.