Harga perak melonjak hingga sekitar $73 per ons pada hari perdagangan pertama tahun 2026, setelah mencatat kinerja yang memecahkan rekor tahun lalu. Logam mulia ini mengalami peningkatan sebesar 148% pada tahun 2025, melampaui beberapa ambang batas penting. Kenaikan ini didorong oleh pengakuannya sebagai mineral kritis di Amerika Serikat, didukung oleh kondisi pasokan yang ketat, stok yang rendah, serta permintaan industri dan investasi yang kuat. Momentum kenaikan ini semakin diperkuat oleh penerapan tarif perdagangan AS yang komprehensif dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih akomodatif. Wawasan dari pertemuan FOMC bulan Desember, yang dirilis awal pekan ini, menunjukkan adanya keinginan yang semakin besar untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga jika inflasi terus menurun, meskipun ada perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan mengenai waktu dan sejauh mana penyesuaian ini. Selain itu, faktor geopolitik telah meningkatkan daya tarik perak sebagai aset safe-haven, dengan AS memperketat pembatasan ekspor minyak Venezuela dan pertempuran yang diperbarui antara Rusia dan Ukraina selama periode Tahun Baru, mengganggu pelabuhan Laut Hitam dan infrastruktur energi yang penting.