Pada hari Senin, harga Brent crude futures mengalami penurunan awal menuju $60 per barel sebelum kembali naik, saat para investor mempertimbangkan dampak dari langkah strategis AS terhadap Venezuela dan penahanan Presiden Nicolas Maduro. Pasar sedang mengamati dengan cermat potensi dampak pada pasokan minyak regional, terutama karena Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Meskipun demikian, beberapa analis memperkirakan gangguan yang terbatas, dengan menyoroti produksi Venezuela saat ini yang kurang dari 1 juta barel minyak mentah per hari, yang merupakan kurang dari 1% dari produksi global. Sebaliknya, para ahli lain memperingatkan bahwa harga minyak mungkin naik akhir tahun ini jika AS meningkatkan tekanan pada musuh internasional, seperti Iran, yang mengarah pada kondisi pasokan yang lebih ketat. Selain itu, laporan menunjukkan bahwa Gedung Putih mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk berpartisipasi dalam revitalisasi sektor minyak Venezuela sebagai jalur untuk mendapatkan kembali kompensasi atas aset yang dinasionalisasi oleh Venezuela sekitar dua dekade lalu.