Dolar Australia turun di bawah $0,668 pada hari Senin, memperpanjang kerugiannya dari minggu sebelumnya karena ketegangan geopolitik yang baru muncul melemahkan sentimen risiko global. Mata uang ini, yang sangat terkait dengan komoditas dan sering dianggap sebagai barometer selera risiko global, mengalami penurunan nilai setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Penurunan ini menyoroti kerentanan mata uang yang sensitif terhadap risiko terhadap gejolak dunia, bahkan ketika ada dampak langsung yang minimal pada ekonomi domestik. Meskipun demikian, imbal hasil obligasi Australia yang relatif tinggi memberikan beberapa dukungan di tengah spekulasi pasar tentang kemungkinan kenaikan suku bunga. Saat ini, investor percaya ada sekitar 39% kemungkinan bahwa Reserve Bank of Australia mungkin akan menaikkan suku bunga kasnya secepat Februari. Perhatian sekarang sangat terfokus pada data inflasi yang akan dirilis pada hari Rabu. Pasar memproyeksikan bahwa indeks harga konsumen tahunan akan turun menjadi 3,7% pada November 2025, sedikit turun dari 3,8% bulan sebelumnya.