Dalam pidato yang disampaikan pada hari Senin, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyatakan bahwa bank sentral siap untuk terus menaikkan suku bunga, asalkan kondisi ekonomi dan inflasi sejalan dengan perkiraan mereka. Meskipun menghadapi penurunan laba perusahaan akibat tarif AS yang meningkat, ekonomi Jepang menunjukkan pemulihan yang moderat tahun lalu. Ueda menyoroti kemungkinan kenaikan upah dan harga yang moderat secara bersamaan, menekankan bahwa penyesuaian kebijakan moneter akan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Pada bulan Desember, BoJ menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%, mencapai tingkat tertinggi dalam 30 tahun dan bergerak lebih jauh dari periode berkepanjangan suku bunga mendekati nol. Namun demikian, biaya pinjaman riil tetap berada di wilayah negatif karena inflasi konsumen tetap di atas target 2% selama hampir empat tahun. Para investor kini berfokus pada laporan prospek triwulanan dewan yang akan datang, yang dijadwalkan untuk pertemuan 22-23 Januari, untuk mendapatkan wawasan tentang pandangan para pembuat kebijakan mengenai dampak inflasi akibat depresiasi yen baru-baru ini.