Pada bulan Desember 2025, tingkat inflasi tahunan Indonesia naik menjadi 2,92%, meningkat dari 2,72% pada bulan November. Kenaikan ini merupakan tingkat inflasi tertinggi sejak April 2024, meskipun tetap berada dalam rentang target Bank Indonesia yaitu 1,5% hingga 3,5%. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh harga makanan, yang melonjak pada laju tercepat dalam tiga bulan, mencapai 4,58% dibandingkan 4,25% pada bulan November. Ada juga percepatan yang signifikan dalam biaya perumahan (1,62% naik dari 1,57%), transportasi (1,23% naik dari 0,71%), dan rekreasi (1,17% naik dari 1,15%).
Sebaliknya, tingkat inflasi menurun di beberapa sektor. Pakaian mengalami penurunan (0,66% turun dari 0,76%), begitu juga dengan perabotan (0,2% turun dari 0,23%), kesehatan (1,83% turun dari 2,09%), akomodasi dan restoran (1,46% turun dari 1,5%), serta pendidikan (1,22% turun dari 1,26%). Biaya komunikasi terus mengalami tren penurunan, menurun lebih lanjut (-0,28% dibandingkan -0,25%).
Di sisi lain, inflasi inti—yang tidak termasuk harga yang diatur dan barang makanan yang bergejolak—mencapai 2,38%, menandai titik tertinggi sejak Mei, setelah dua bulan stabil di 2,36%. Secara bulanan, harga konsumen mengalami peningkatan signifikan sebesar 0,64%, kenaikan yang mencolok dari peningkatan 0,17% yang tercatat pada bulan November, dan lonjakan terbesar dalam delapan bulan.