Pada hari Senin, Hang Seng Index ditutup hampir tidak berubah di angka 26.347, setelah awalnya naik namun akhirnya kehilangan momentum karena para pedagang memanfaatkan keuntungan setelah indeks mencapai titik tertinggi dalam enam minggu terakhir pada hari Jumat. Kenaikan ini didorong oleh optimisme seputar industri teknologi China. Namun, sentimen investor menjadi waspada ketika survei swasta mengungkapkan perlambatan di sektor jasa China, yang mencatat pertumbuhan terkecil dalam enam bulan pada bulan Desember. Meskipun ada reli di saham-saham daratan pada hari perdagangan pertama tahun 2026, investor tetap sebagian besar acuh tak acuh. Perhatian kini beralih ke angka CPI dan PPI China untuk bulan Desember yang akan dirilis, terutama setelah tingkat inflasi tahunan untuk bulan November mencapai puncak 21 bulan sebesar 0,7%, dengan inflasi inti mempertahankan puncak 20 bulan sebesar 1,2%. Selain itu, harga produsen mengalami penurunan yang lebih tajam dari yang diperkirakan, menandai penurunan berturut-turut selama 38 bulan. Di panggung global, ketegangan geopolitik meningkat setelah aktivitas militer AS di Venezuela selama akhir pekan. Di pasar Hong Kong, semua sektor industri menunjukkan kepasifan relatif. Kenaikan signifikan pada Kuaishou Tech (11,0%), China Resources Land (5,0%), dan SMIC (1,6%) hampir diimbangi oleh kerugian pada Xiaomi (-2,7%), China Hongqiao (-2,4%), dan Zijin Mining (-2,2%).