Real Brasil menguat menjadi sekitar 5,37 per dolar AS setelah mencapai titik terendah awal Agustus pada akhir Desember. Pergerakan ini mencerminkan sentimen risiko yang membaik seiring meredanya kekhawatiran atas ketegangan geopolitik, terutama terkait tindakan AS terhadap Venezuela. Permintaan awal untuk dolar AS sebagai mata uang safe haven tidak cukup untuk melawan kekuatan real, yang didukung oleh data domestik yang secara tak terduga kuat dan pandangan kebijakan AS yang lebih dovish. Tingkat pengangguran Brasil menurun menjadi 5,2% untuk kuartal yang berakhir pada November 2025, menandai titik terendah bersejarah yang melampaui angka sebelumnya 5,6% dan perkiraan sekitar 5,4%. Ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang tangguh meskipun suku bunga riil tetap tinggi. Kondisi seperti ini mendukung konsumsi domestik dan memungkinkan Bank Sentral untuk menerapkan kebijakan hawkish jika tren disinflasi berhenti. Selain itu, imbal hasil riil Brasil yang sangat tinggi, dengan suku bunga 10 tahun tetap dalam dua digit, terus menarik arus masuk portofolio karena potensi carry trade yang menarik.