Pemerintah Inggris baru saja menyelesaikan lelang obligasi jangka menengah selama 5 tahun yang menghasilkan keuntungan lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan data terbaru yang diperbarui pada 7 Januari 2026, tingkat imbal hasil obligasi Treasury Gilt selama 5 tahun tercatat turun dari 4,093% pada lelang sebelumnya menjadi 3,980%.
Penurunan ini mencerminkan pandangan investor terhadap perekonomian Inggris dan ekspektasi inflasi dalam jangka menengah. Dalam konteks ekonomi global yang lebih luas, perubahan ini dapat mempengaruhi persepsi risiko dan kebijakan moneter Bank of England dalam waktu dekat.
Para analis mencatat bahwa penurunan imbal hasil ini bisa menarik lebih banyak investasi asing, karena investasi di obligasi yang lebih aman menjadi pilihan di tengah ketidakpastian global. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa keuntungan yang lebih rendah ini dapat meningkatkan tekanan bagi investor untuk mencari peluang dengan imbal hasil yang lebih tinggi di pasar keuangan yang lain.