Futures kopi Arabika terus mengalami kenaikan, mencapai sekitar $3,80 per pon, menandai harga tertinggi sejak 12 Desember. Kenaikan ini didukung oleh kekuatan real Brasil, yang mendorong produsen kopi Brasil untuk menahan penjualan ekspor, sehingga memperketat pasokan. Meskipun stok bersertifikat telah meningkat ke puncak 2,5 bulan sebanyak 457.317 kantong per 6 Januari, stok tersebut tetap berada pada tingkat yang secara historis rendah. Harga juga didorong oleh kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah tindakan Amerika Serikat terhadap Nicolás Maduro, sebuah peristiwa yang memicu reaksi keras dari Kolombia dan Brasil—dua produsen utama kopi Arabika. Sementara itu, pengamat pasar dengan cermat menilai pola cuaca di Brasil, produsen utama kopi Arabika, seiring dengan perkembangan tanaman saat ini yang memasuki fase pertumbuhan buah ceri.