Futures kedelai saat ini diperdagangkan sekitar $10,50 per gantang, mempertahankan level tertinggi mereka sejak akhir tahun lalu. Stabilitas ini sebagian besar disebabkan oleh langkah antisipatif para pedagang menjelang laporan WASDE Januari dari USDA. Harga ini didukung oleh pembelian kedelai AS yang berkelanjutan oleh China, dengan penjualan kumulatif melampaui 10 juta ton dan mendekati target 12 juta ton yang sebelumnya disebutkan oleh pejabat AS. Secara khusus, eksportir swasta telah mengumumkan penjualan baru yang signifikan ke China untuk pengiriman pada tahun pemasaran 2025/26, yang memperkuat perkiraan permintaan. Selain ekspor, pasar energi telah memberikan pengaruh bullish: harga minyak mentah meningkat karena kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan dan ketegangan geopolitik, terutama terkait Venezuela. Peningkatan ini berdampak positif pada pasar minyak nabati. Harga minyak yang lebih tinggi biasanya mendukung minyak kedelai, bahan baku penting untuk biodiesel dan berbagai aplikasi lainnya. Akibatnya, hubungan antara pasar energi dan biji minyak ini semakin memperkuat futures kedelai.