Minyak mentah WTI mengalami lonjakan signifikan hampir 3% pada hari Jumat, mencapai $59,40 per barel—kenaikan terbesar sejak Oktober. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang membuat para pedagang memperkirakan potensi gangguan pasokan. Kerusuhan sipil yang semakin intensif di Iran dan peringatan Presiden Trump tentang konsekuensi jika para pengunjuk rasa dirugikan menyoroti risiko bahwa ketidakstabilan di negara penghasil minyak utama dapat menghambat ekspor atau mengganggu jalur pengiriman. Situasi ini mengalihkan fokus pasar dari tekanan penurunan harga sebelumnya, menggambarkan betapa cepatnya ketidakpastian mengenai pasokan minyak Timur Tengah dapat meningkatkan harga. Protes di Iran telah mengganggu transportasi dan memicu kekhawatiran tentang produksi negara tersebut, yang melebihi 3 juta barel per hari. Sementara itu, ketegangan di Venezuela telah mereda setelah keputusan Presiden Trump untuk membatalkan rencana aksi militer menyusul peningkatan kerja sama diplomatik. Meskipun membuka jalan untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, harga minyak dapat menghadapi batasan dalam beberapa bulan mendatang karena surplus global yang diperkirakan tahun ini.