Indeks dolar sedikit menurun ke sekitar 98,9 pada hari Senin, menandai akhir dari kenaikan selama empat hari berturut-turut karena jaksa federal memulai penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Perkembangan ini telah memicu kekhawatiran mengenai otonomi bank sentral. Powell menyebut ancaman tuntutan pidana sebagai "dalih" yang dimaksudkan untuk memaksa The Fed menyelaraskan kebijakannya dengan tujuan pemerintahan Trump. Dia memperingatkan bahwa langkah-langkah semacam itu dapat membahayakan kemampuan bank sentral untuk menentukan suku bunga berdasarkan indikator ekonomi semata, tanpa campur tangan politik. Dolar AS juga mengalami tekanan turun dengan antisipasi pemotongan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut setelah laporan nonfarm payrolls yang mengecewakan untuk bulan Desember, yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan tidak sesuai harapan. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke angka inflasi yang akan datang dan laporan pendapatan bank besar yang dijadwalkan minggu ini untuk mendapatkan wawasan tambahan. Dalam perkembangan lain, pasar sedang menilai risiko geopolitik di tengah meningkatnya protes di Iran dan ketidakpastian yang meningkat di seluruh Amerika Selatan.