Setelah berhasil mempertahankan surplus sebesar 0.46 miliar dolar AS pada Oktober 2025, Turki kini menghadapi tantangan ekonomi baru. Berdasarkan data yang diperbarui pada 13 Januari 2026, current account negara itu mengalami defisit signifikan mencapai -4.00 miliar dolar AS di bulan November 2025.
Lonjakan defisit ini menandai perubahan drastis dalam neraca pembayaran Turki, yang sebelumnya menunjukkan stabilitas. Alasan di balik peningkatan defisit ini belum sepenuhnya diperjelas dalam data yang disajikan. Namun, perubahan ini dapat berdampak signifikan pada kebijakan ekonomi negara dan mungkin mempengaruhi strategi perdagangan serta aliran investasi asing.
Para analis ekonomi serta pelaku pasar global kini mengawasi langkah-langkah yang mungkin diambil oleh pemerintah Turki untuk menstabilkan kembali kondisi ekonominya. Pembalikan yang tajam ini tentunya menuntut kebijakan fiskal yang cermat dan strategi keuangan untuk mengatasi ketidakseimbangan dalam current account tersebut.