Harga futures karet telah naik di atas 185 sen AS per kilogram, menandai titik tertinggi sejak April tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh permintaan fisik yang konsisten, aktivitas arbitrase yang dinamis, dan kebangkitan pembelian spekulatif. Dinamika pasar juga dipengaruhi oleh melemahnya yen, yang meningkatkan daya saing ekspor, serta kenaikan harga minyak, yang membuat karet sintetis lebih mahal dan dengan demikian meningkatkan daya tarik karet alam. Secara bersamaan, kekhawatiran tetap ada mengenai pengetatan pasokan dari produsen utama ASEAN, karena tren musiman dan cuaca yang tidak menguntungkan terus membatasi produksi. Namun demikian, prospek permintaan karet menghadapi tantangan, karena proyeksi pertumbuhan penjualan mobil yang lebih lambat di China. Meski begitu, ada sedikit optimisme karena Komisi Eropa sedang mempertimbangkan untuk mengganti tarif impor pada kendaraan listrik China dengan sistem harga minimum, yang dapat mempengaruhi secara positif perkiraan ekspor dan permintaan.