Futures tembaga melonjak hingga sekitar $6,10 per pon pada hari Rabu, mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya karena kekhawatiran tentang keterbatasan pasokan terus mempengaruhi sentimen pasar. Kemungkinan tarif baru AS pada tembaga olahan telah menyebabkan peningkatan penimbunan yang signifikan di AS, sehingga mengurangi ketersediaan di wilayah lain. Selain itu, produsen tembaga utama di Amerika Selatan menghadapi gangguan produksi akibat cuaca ekstrem, pemogokan buruh, dan ketidakstabilan politik, yang semakin membatasi pasokan global. Di Tiongkok, produksi tembaga diperkirakan akan tetap tinggi dalam jangka pendek, yang dapat mengakibatkan penurunan harga sesekali. Di sisi permintaan, transisi global menuju energi bersih dan ekspansi cepat kecerdasan buatan berkontribusi pada peningkatan konsumsi tembaga yang berkelanjutan. Hal ini disebabkan oleh kendaraan listrik yang membutuhkan hingga empat kali lipat tembaga dibandingkan kendaraan tradisional, dan pusat data yang sangat bergantung pada kabel yang intensif tembaga.