Futures baja tulangan telah naik di atas CNY 3,140 per ton, mencapai level yang belum pernah terlihat dalam lima bulan, setelah pengumuman China tentang ekspor baja yang mencetak rekor pada bulan Desember. Lonjakan ini disebabkan oleh para pedagang yang mempercepat pengiriman sebelum persyaratan lisensi ekspor yang diperkirakan akan dimulai oleh Beijing pada tahun 2026. Pada bulan Desember saja, 11,3 juta ton material penting untuk konstruksi dan manufaktur ini telah dikirim, dengan ekspor tahunan meningkat sebesar 7,5% menjadi 119,02 juta ton yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keputusan Beijing untuk menerapkan sistem lisensi ekspor mulai tahun 2026 bertujuan untuk mengatur pengiriman keluar, menanggapi sentimen proteksionis yang semakin intensif secara global setelah volume ekspor yang kuat. Di sisi permintaan, ada optimisme yang hati-hati, didukung oleh harapan akan langkah-langkah stimulus tambahan dari China tahun ini, meskipun penurunan yang terus-menerus di sektor properti terus menekan konsumsi baja domestik.