Futures minyak mentah WTI naik menjadi sekitar $61,90 per barel pada hari Rabu, menandai sesi kelima berturut-turut dengan kenaikan dan mencapai level harga tertinggi sejak awal Oktober. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Pasar bereaksi terhadap meningkatnya kerusuhan di Iran dan potensi peningkatan keterlibatan AS, setelah laporan bahwa beberapa personel Amerika disarankan untuk meninggalkan pangkalan udara di Qatar yang sebelumnya menjadi target Iran. Presiden Trump menyatakan dukungan untuk protes yang sedang berlangsung di Iran dan mengindikasikan bahwa tindakan AS di masa depan akan bergantung pada perkembangan di negara tersebut. Opsi-opsi dilaporkan sedang dipersiapkan oleh pejabat keamanan nasional. Ketidakstabilan ini memicu kekhawatiran tentang potensi gangguan terhadap produksi minyak mentah Iran sekitar 3,3 juta barel per hari, yang dapat memperketat pasokan global. Kekhawatiran ini telah mengalahkan sinyal bearish dari data industri, yang menunjukkan peningkatan 5,3 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS, bersama dengan kenaikan stok bensin dan distilat.