Perak mengalami penurunan signifikan sekitar 5%, jatuh ke bawah $89 per ons pada hari Kamis. Penurunan tajam ini terjadi setelah pengumuman oleh Presiden AS Donald Trump, yang menunda penerapan tarif baru yang menargetkan impor mineral penting. Trump mengindikasikan bahwa ia akan fokus pada negosiasi perjanjian dengan negara-negara asing untuk memastikan Amerika Serikat mempertahankan pasokan yang memadai dari mineral penting ini dan untuk segera mengurangi risiko rantai pasokan. Namun demikian, Gedung Putih menyarankan bahwa pembatasan impor masih bisa menjadi kemungkinan jika kesepakatan yang memuaskan tidak segera tercapai. Selain itu, permintaan untuk logam mulia sebagai aset safe-haven berkurang setelah Trump meyakinkan bahwa eksekusi para pengunjuk rasa di Iran telah berhenti, meredakan kekhawatiran akan potensi intervensi militer AS. Secara paralel, data ekonomi AS terbaru tampaknya memiliki pengaruh minimal terhadap proyeksi kebijakan Federal Reserve, dan kekhawatiran mengenai independensi bank sentral tampaknya telah mereda.